TANJUNG SELOR – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengawasi secara ketat pencarian cadangan minyak dan gas bumi (migas) di lepas pantai Pulau Bunyu. Tim gabungan tengah memantau langsung pelaksanaan survei seismik 3D di Wilayah Kerja (WK) Akia, Kabupaten Bulungan.
Armada Akia BV bersama SKK Migas memimpin survei ini untuk memetakan potensi migas di perairan Kaltara. Pemerintah Provinsi Kaltara mendukung penuh langkah strategis ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan energi nasional.
Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Kaltara, Trimulbar, menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi telah rampung sebelum kapal mulai beroperasi.
“Pemprov Kaltara menyambut baik rencana ini. Armada Akia dan SKK Migas juga sudah berkoordinasi langsung dengan Gubernur Kaltara terkait teknis pelaksanaan,” jelas Trimulbar.
Untuk menjaga kelancaran survei, Dinas ESDM menyiapkan sistem pengamanan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Satuan Kapal Patroli (Satrol) Lantamal XIII Tarakan hingga masyarakat nelayan setempat. Kapal pandu ditempatkan di posisi depan dan belakang kapal utama untuk mensterilkan area kerja, terutama karena kapal utama menarik kabel data sensor sepanjang 10 kilometer.
“Kami ingin memastikan keselamatan pelayaran. Petugas menjamin tidak ada gangguan bagi pengguna jalur laut maupun tim survei selama kegiatan berlangsung,” tegas Trimulbar.
Pelaksana survei memulai kegiatan setelah merampungkan proses scouting laut pada 10 April 2025. Survei diperkirakan berlangsung selama satu bulan penuh.
Selain pengamanan langsung, Dinas ESDM aktif menjalin komunikasi dengan Dinas Perhubungan Tarakan dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Bunyu. Instansi terkait menyebarluaskan informasi kepada nakhoda kapal dan pengguna transportasi laut agar tetap waspada saat melintasi wilayah perairan Pulau Bunyu.
Dengan koordinasi yang matang dan pengawasan ketat, Pemerintah Provinsi Kaltara optimis survei seismik berjalan aman sekaligus mendukung pemetaan potensi migas di perairan daerah.









