TANJUNG SELOR – Program pemerataan akses energi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus menunjukkan hasil positif. Sebanyak 1.747 rumah tangga prasejahtera di lima kabupaten/kota kini telah menikmati sambungan listrik gratis melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Ir. Yosua Batara Payangan, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), dan Pemerintah Provinsi Kaltara.
“Untuk kuota dari pemerintah pusat sebanyak 1.601 rumah tangga, seluruhnya sudah terpasang sambungan listrik oleh PLN. Sementara dari APBD Provinsi Kaltara ada 146 rumah tangga,” ujar Yosua di Tanjung Selor.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan. Faktor geografis serta belum tersedianya jaringan dan tiang listrik menjadi hambatan utama sehingga masih ada warga kurang mampu yang belum terjangkau program BPBL.
“Masih ada rumah warga yang belum memiliki jaringan listrik. Ke depan, kami akan berkoordinasi dengan PLN untuk perluasan jaringan agar warga yang belum terlayani tahun ini bisa mendapatkan listrik pada tahun berikutnya,” tegasnya.
Yosua menambahkan, kehadiran listrik bukan hanya memberikan penerangan, tetapi juga diharapkan menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dampak positif yang ditargetkan meliputi penguatan ekonomi keluarga melalui usaha rumahan atau UMKM, peningkatan kualitas pendidikan anak, serta perbaikan standar hidup masyarakat prasejahtera.
Untuk keberlanjutan program, Dinas ESDM Kaltara telah mengusulkan sejumlah lokasi baru pada tahun anggaran mendatang. Adapun syarat utama penerima BPBL adalah terdaftar sebagai rumah tangga miskin dan telah melalui proses validasi serta rekomendasi dari pemerintah kabupaten/kota setempat.
“Kami berharap program ini terus berlanjut, baik melalui dukungan pemerintah pusat maupun daerah. Lokasi-lokasi strategis sudah kami usulkan,” pungkas Yosua. (adv)








